Posted by: achmadrivainoor | September 7, 2008

Pertumbuhan Tanaman Mahoni

PERTUMBUHAN TANAMAN MAHONI DI HUTAN RAKYAT DESA RANGGANG,KECAMATAN TANGKISUNG, KABUPATEN TANAH LAUT, KALSEL.

Dalam UU No.41/1999, hutan rakyat dimaksudkan sebagai hutan yang tumbuh di atas tanah yang dibebani hak milik. Hutan rakyat telah lama dikenal dan memberikan manfaat ganda kepada masyarakat luas, yaitu berupa manfaat jasa lingkungan, seperti pencegahan erosi dan banjir, meningkatkan kesuburan tanah, dan disamping itu juga dapat memberikan manfaat sosial ekonomi seperti dalam menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui perdagangan kayu. Menurut Mindawati, dkk. (2006), berdasarkan hasil rekapitulasi potensi dan jenis tanaman di hutan rakyat, untuk wilayah Kalimantan Selatan memiliki luas hutan rakyat sebesar 108.436.50 Ha dengan perkiraan potensi 2.021.661.00 m³. Sistem pengelolaan hutan rakyat yang coba dikembangkan di Kalimantan Selatan adalah dengan menanam salah satu jenis tanaman prospektif diantaranya Mahoni (Swietenia macrophylla King), Mahoni ditanam pada Desember tahun 2003, dengan jarak tanam 5 x 4 meter dengan luas lebih kurang 25 Ha, oleh kelompok tani Desa Ranggang. Sistem penanaman dilakukan dengan tumpang sari dengan setiap tahun dibua pergiliran tanaman palawija. Pengamatan pertama dilakukan sejak tanaman berumur 2,5 tahun, sampai saat ini telah diamati sebanyak 3 kali, akhir pengamatan bulan Juni 2008. Petak ukur pengamatan dibuat dengan Intensitas Sampling 2 % dan dibuat 5 petak ukur untuk diamati persentase hidup,diameter dbh, tinggi bebas cabang dan tinggi total serta kualitas batang tegakan mahoni. Hasil pengamatan ke 3 sebagai berikut, tegakan mahoni pada umur 4,5 tahun dari 5 petak ukur memiliki tinggi rata-rata sebesar 7,75 m dan rata-rata diameternya 10,52 cm. Persentase hidup mencapai 90 % dan derajat kesempurnaan tegakan berkisar 85 %. Kisaran range diameter tegakan pada umur 3,5 tahun sudah mengalami peningkatan, dimana tidak ditemukannya lagi kisaran diameter dibawah 5 cm, untuk kisaran range 5 cm ≤ Ø < 10 cm mengalami kenaikan kelas tingkat diameter dimana pada umur 3,5 tahun memiliki persentase 82,25% dan pada umur 4,5 hanya menjadi 35,86%. Pada kisaran range 10 cm ≤ Ø < 15 cm terdapat pertambahan persentase dengan nilai 62,45% yang pada tahun sebelumnya hanya 17,32%. Sedangkan untuk kisaran range 15 cm ≤ Ø < 20 cm sudah ditemukan sebesar 1,69% Volume per hektar, untuk volume tinggi bebas cabang sebesar 9,539 m3/ha, sedangkan potensi volume untuk tinggi total per hektarnya adalah 23,633 m³/ha. Jadi dalam luasan hutan rakyat pada umur 4,5 tahun yang luas arealnya 25 ha memiliki potensi volume untuk tinggi bebas cabang dan tinggi total adalah sebesar 238,47 m3 dan 590,82 m3 Riap berjalan tahunan (CAI) selama satu tahun ini (antara tahun 2007 dan 2008), untuk diameter memiliki riap sebesar 1,76 cm dan untuk riap tingginya sebesar 1,32 m. Jika dibandingkan dengan riap pada tahun 2007, yang lebih mengalami peningkatan adalah pada riap tinggi tegakan dengan nilai kenaikan riap mencapai 0,76 m. Sedangkan untuk riap volume per hektar selama setahun terakhir, untuk riap volume tinggi total sebesar 10,528 m3/ha dan riap volume tinggi bebas cabang sebesar 1,707 m3/ha. Riap rata-rata tahunan (MAI) pada umur 4,5 tahun memiliki nilai sebesar 5,25 m³/ha, dari hasil tersebut pertumbuhan tegakan mahoni pada hutan rakyat tersebut bisa dikatakan sudah cukup baik dalam hal perkembangannya


Responses

  1. Dengan hormat
    saya sudah membaca hasil ini kebetulan pa-bu saya juga ada proyek mahoni di daerah jawa -barat tapi saya sangat
    tidak tau sama sekali masa penebangan nya
    tolong bapa bisa kasih impormasi
    dalam jangka 5-6 taun diameter nya berapa terima kasih bantuan nya

    Nina


Leave a response

Your response:

Categories