PEMBERIAN MIKORIZA PADA TANAMAN Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk) DI BAWAH TRUBUSAN MANGIUM (Acacia mangium)
Pohon gaharu merupakan jenis pohon yang sejak lama dikenal oleh masyarakat, karena pohon tersebut sebagai penghasil gaharu. Gaharu ini sebagai komoditi perdagangan yang penting dalam industri parfum, kosmetik dan obat-obatan. Pada tahun 1995 CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) telah memasukkan Aquilaria malaccensis sebagai penghasil gaharu erbaik ke dalam daftar Appendix II.
Mikoriza merupakan jamur yang hidup secara simbiosis dengan perakaran tanaman tingkat tinggi.Mikoriza secara mum terbagi atas 2 golongan, yaitu ekstomikoriza dan Endomikoriza.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian eksto dan edomikoriza terhadap pertumbuhan anakan gaharu.
Tanaman gaharu termasuk dalam kelompok tanaman semitoleran, maka dipilihlah trubusan akasia mangium sebagai habitatnya. Dengan maksud memperkaya jenis trubusan tersebut.
Lokasi penelitian berada di desa Sebuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah laut, Waktu mulai dilakukan kegiatan ini adalah bulan Februar1 2007.

Metode penelitian: perlakuan dengan pemberian (1) ekstomikoriza 1 tablet dan 2 tablet; (2) endomkoriza 1 gram dan 2 gram, serta control tanpa diberi mikoriza, setiap perlakuan diulang 15 kali sehingga jumlah tanaman yang ditanam sebanyak 150 anakan gaharu. Penanaman dilakukan dalam jalur yang dirumpang, dengan jarak tanaman 5 x 5 meter.
Pengamatan dilakukan pada bulan Februari 2008.
Hasil sementara dari penelitian ini sebagai berikut:
- Persentase tumbuh anakan gaharu sebesar 78 % atau jumlah tanaman yang hidup sebanyak 117 pohon dari 150 yang ditanam.
- Kualitas tanaman gaharu yang hidup adalah sebesar 14,66 % dari 78 % hidupnya merana yang lainnya tergolong baik.
- Rata-rata pertambahan tinggianakan gaharu berkisar antara 18,1 cm sampai 47,2 cm.
- Pengaruh pemberian mikoriza tersebut sebagai berikut, yaitu hanya pemberian 1 tablet ektomikoriza yang memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan anakan tanaman gaharu tersebut
a
By: akhmad on January 16, 2009
at 10:40 am
maafnya tadi cuma coba,aku mau tnya kendala yang ada pada tanaman gaharu ini.
By: akhmad on January 16, 2009
at 10:42 am
1. Mikoriza itu bukan jamur, tapi akar yang berjamur.
2. Penelitian yang benar untuk inokulasi jamur mikoriza adalah di polybag yang tanahnya disterilkan dulu sebelum ditanami semai dan sebelum diinokulasi, bukan di lapangan tanam.
3. Apa benar, A. malaccensis bersimbiosis dengan jamur ektomikoriza, setahu saya suku Thymelaeaceae bersimbiosis dengan jamur endomikoriza.
By: Djumali Mardji on August 20, 2009
at 8:57 pm
Mikoriza—–Miko = jamur dan riza akar—artinya kerjasama antara jamur dengan akar tanaman, betul juga pendapat anda akar yang berjamur, saya mengartikan akar tanaman bekerjasama dengan jamur. Mikorizanya bukan ditaruh di lapangan tanaman, tapi sebulan sebelum ditanam, mikriza tersebut ditaruh dalam polibag, dan setelah satu bulan baru ditanam dilapangan tanaman. utk komentar ke tiga, saya melakukan penelitian ini hanya coba-coba, dengan biaya sendiri, saya mengharapkan tanaman gaharu dapat tumbuh di bawah tegakan akasia mangium, sebab apa, banyak areal pasca tambang hanya mampu ditumbuhi akasia mangium di tahap awal, untuk selanjutnya perlu tanaman pengayaan jenis lokal. saya belum menganalisis lebih dalam, itulah yg dapat saya lakukan sebagai penelitian pendahuluan. Andai anda ke kampus Kehutanan Unlam anda akan melihat hasil uji oba tanaman gaharu, ditanam 2007 da sekarang satu diantaranya mencapai tinggi 4 meter dan yg lainnya 2 meteran.
By: achmadrivainoor on August 22, 2009
at 6:55 am
1. Mikoriza ialah akar tumbuhan yang terbentuk sedemikian rupa hasil simbiosis mutualistis dengan jamur. Jadi mikoriza adalah benda/hasilnya, yaitu akar yang sudah terinfeksi jamur, sedangkan kerja sama adalah suatu proses.
2. Bila tanah di polybag tidak disterilkan terlebih dahulu, kemungkinan besar akar terinfeksi oleh jamur yang sudah ada di tanah dalam polybag, bukan jamur yang sengaja diinokulasikan.
3. Perlu diperiksa di mikroskop dengan membuat irisan sangat tipis (diiris dengan microtome) akar yang terinfeksi, apakah jamur menginfeksi secara interseluler (ektomikoriza) atau intraseluler (endomikoriza). Juga perlu diteliti apakah jamur yang menginfeksi akar gaharu sama dengan yang diinokulasikan, jangan2 tertular oleh jamur yang bersimbiosis dengan Acacia mangium.
4. A. mangium bersimbiosis dengan jamur ekto- dan endomikoriza (ektendomikoriza) serta bakteri Rhizobium leguminosarum. Oleh karena itu A. mangium mampu beradaptasi di tanah yang kritis/ekstrim seperti bekas tambang.
By: Djumali Mardji on August 23, 2009
at 7:21 am