Posted by: achmadrivainoor | February 14, 2009

Fungsi Guna Hutan

PERAN HUTAN DALAM PENCEGAHAN BENCANA BANJIR
Oleh: H.A.Rivai Noor

Wilayah Propinsi Kalimantan Selatan yang luasnya lebih kurang 3.753.051 ha, keberadaannya dibelah oleh pegunungan Meratus yang membujur arah utara-selatan, sehingga terdapat dua wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu wilayah DAS bagian barat dan DAS bagian timur.
Daerah aliran sungai dapat dianggap sebagai suatu ekosisitem, dengan demikian dalam suatu ekosistem tidak ada satu komponenpun yang berdiri sendiri, melainkan ada keterkaitan komponen yang satu dengan komponen lainnya, baik langsung maupun tidak langsung. Aktivitas suatu komponen ekosistem selalu berpengaruh pada komponen ekosistem lainnya.
Ekosistem DAS dibagi menjadi daerah hulu, tengah dan hilir. Daerah hulu dicirikan sbb: merupakan daerah konservasi yang berfungsi perlindungan terhadap tata air dan flasma nutfah, daerah dengan kemiringan yg besar, dan bukan daerah rawan banjir,. Daerah hilir adalah daerah dengan kemiringan relatip kecil, merupakan daerah penampungan genangan air (terutama daerah rawa) dan dan daerah daratan rawan banjir, daerah pemanfaatan, pengaturan pemakaian air ditentukan oleh bangunan irigasi. Daerah aliran sungai bagian tengah merupakan daerah transisi dari daerah hulu dan hilir. Daerah hulu dan hilir mempunyai keterkaitan biofisik melalui siklus hidrologi.
Sejak bulan Desember 2008 sampai akhir bulan Februari 2009 curah hujan di Indonesia pada umumnya dan Kalimantan Selatan pada khususnya relatip sangat tinggi dan berakibat banjir di berbagai wilayah. Khusus Kalimanan Selatan, daerah banjir yang terparah meliputi Kabupaten Banjar, Tanah Bumbu, Tanah Laut dan HSS. Menurut Newson (1985) banjir adalah sebagai air yang meluap keluar melebihi wadahnya (sungai) karena terbatasnya daya tampung sungai, sehingga badan sungai tidak mampu menampung air permukaan yang masuk. Dampak lanjutan dari banjir tersebut adalah kerusakan tanaman padi yang cukup luas, kerusakan infra struktur berupa jalan, kesengsaraan masyarakat yang terkena banjir, dll.
Menurut Kepala BP DAS Barito, ( BPost 5 Februari 2008 ) ada lima faktor penyebab banjir, yaitu (1) curah hujan, (2) tingkat kelerengan wilayah, (3) vegetasi penutup tanah dan (4) jenis tanah serta (5) system drainase. Dari lima faktor tersebut ada tiga faktor seperti curah hujan, tingkat kelerengan dan jenis tanah, faktor tersebut adanya secara alamiah dan tidak dapat diubah. Sedangkan dua faktor lainnya seperti vegetasi penutup tanah berupa hutan yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap tata air yang ada di hulu dan system drainase serta daerah resapan air yang ada di hilir dapat diperbaiki oleh manusia.
Faktor vegetasi penutup tanah berupa hutan yang ada di Kalimantan Selatan, telah mengalami deforestasi dan degradasi. Faktor pendorong terjadinya deforestasi dan degradasi hutan secara langsung adalah kegiatan penebangan hutan, penebangan liar, dan kebakaran hutan yang tidak dapat dikendalikan. Penyebab tidak langsung adalah kegagalan kebijakan misalnya pemberian ijin HPH yang tidak menjadi insentif untuk melakukan penanaman pengayaan (Ani A.N dan Lukas R. 2008), dan perubahan system pemerintahan yang sentralistik ke system desentralistik, berupa kegiatan konversi hutan banyak dilakukan untuk pengunaan lain seperti untuk kegiatan perkebunan dan pertambangan.
Menurut Gubernur Kalsel dalam ekspose hasil penelitian Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru (BPost, 10 Sept’ 2007) menyebutkan , total jumlah lahan potensial kritis, agak kritis, s/d sangat kritis mencapai 813.367 hektar termasuk kawasan hutan lindung seluas 558.000 hektar dari luas kawasan hutan lindung seluas 620.000 hektar. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Prop.Kalsel bahwa hanya tinggal 10 % atau 62.000 hektar kawasan hutan lindung yang masih berupa hutan virgin. Dengan kerusakan hutan seperti diatas tersebut, menyebabkan keseimbangan alam menjadi jungkirbalik, yang berakibat fungsi dan peranan vegetasi berupa hutan juga terganggu, terjadilah musibah banjir dll.
Mengingat peran vegetasi berupa hutan tersebut dalam mencegah dan mengendalikan banjir, dapat dibayangkan apa yang akan terjadi jika air hujan jatuh langsung di permukaan tanah terbuka tanpa bervegetasi maka musibah banjirlah yang datang. Fungsi hidro-orologis suatu DAS akan optimal jika daerah-daerah yang berkelerengan tinggi dalam suatu DAS dipertahankan tetap berhutan.
Unsur vegetasi penutup tanah yang diduga penyebab banjir adalah vegetasi non hutan seperti semak, , belukar muda, padang alang-alang dan ladang berpindah. Tipe vegetasi ini banyak ditemukan di punggung dan puncak gunung pada kelerengan curam dan sangat curam, yang berpeluang menimbulkan bahaya banjir, erosi dan tanah longsor.
Hutan yang ada di pegunungan Meratus yang berstatus sebagai kawasan hutan lindung harus tetap dipertahankan sebagai kawasan perlindungan , karena selain pengamanan kelestarian plasma nutfah berupa flora dan fauna, juga untuk pengamanan fungsi hidro-orologis DAS bagian hulu. Fungsi hidro-orologis DAS ini sebagai sumber mata air yang dapat mencegah kekeringan di musim kemarau dan dapat mencegah banjir di musim hujan.
Untuk pengurusan kawasan hutan lindung, sudah saatnya dibentuk Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL), dengan adanya KPHL tersebut mempunyai peluang:
*Memperbaiki tatakelola pada kawasan hutan lindung
*Memperkecil laju degradasi hutan
*Mempercepat rehabilitasi dan reforestasi
*Meningkatkan perlindungan dan pengamanan hutan
* Meningkatkan manfaat hutan bagi masyarakat di dalam dan sekitar hutan
* Fasiltas untuk memasuki carbon market.
Dengan kehadiran KPHL di lokasi kawasan hutan lindung dan dengan segala aktivitasnya diharapkan akan dapat dicapai pengelolaan hutan lestari pada kawasan hutan lindung tersebut.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: